"...jangan perlakukan wanita ahli surga seperti itu."  

Posted by ruuuheee

25 September 2009
Khutbah Jumat di Pusdai.

Dikisahkan pada jaman Rasulullah SAW ada seorang wanita pezina yang ingin bertobat. Dia sangat menyesal telat melakukan hal yang sangat dimurkai Allah ini. Lalu dia menghadap Rasulullah untuk mengakui perbuatannya dan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Hukuman untuk seorang pezina adalah rajam sampai mati. Saat bertemu dengan Rasulullah, wanita itu sedang hamil. Rasulullah berkata, “kau sedang hamil, jadi kita tunggu sampai kau melahirkan, karena yg menerima hukuman hanya kau, bayimu tidak harus ikut mati karena perbuatanmu. Setelah kau melahirkan kembalilah menemuiku.” Wanita itupun kembali ke rumahnya.
Setelah wanita itu melahirkan, dia kembali menemui Rasul untuk menerima hukuman rajam. “Ya Rasul, aku telah melahirkan anak ini. Jadi aku sudah bisa untuk menerima hukumanku”, kata wanita itu. “Bayimu itu masih harus kau susui sampai saatnya, yaitu selama 2 tahun. Susuilah anak itu sampai 2 tahun, lalu kembalilah kepadaku”, jawab Rasul. Wanita itupun kembali ke rumahnya.
Selama 2 tahun wanita itu menyusui anaknya sampai anaknya tumbuh sehat dan besar. Wanita itu kembali menemui Rasul.
“Ya Rasul, aku telah memenuhi kewajibanku menyusui anakku selama 2 tahun”, kata wanita.
“Anak itu masih perlu diurus, sampai dia dewasa. Kalau menerima hukuman itu sekarang siapa yang akan menanggung hidup anak ini?”, tanya Rasul.
“Akan ada pamanku yang mengurusnya nanti”, kata wanita itu.
Lalu pamannya dibawa menemui Rasul. “Apakah kau bersedia mengurus anak ini sampai dewasa kelak?”, tanya Rasul.
“Ya saya bersedia, Ya Rasul”, jawab pamannya yakin.
“Baiklah kalau begitu. Kau akan menerima hukumanmu itu sekarang”, kata Rasul.
Lalu tubuh wanita itu ditimbun, sehingga yg tersisa hanya kepalanya yg mencuat keluar dari gundukan tanah. Lalu setiap orang melemparinya dengan batu. Siapa pun boleh melemparinya. Itulah hukuman bagi seorang pezina. Rajam sampai mati. Diantara yg melempari batu, yg paling bersemangat adalah Khalid bin Walid. Dia melemparkan sebuah batu sebesar genggaman tangan orang dewasa. Batu itu dia lemparkan dari jarak yg sangat dekat dengan kepala wanita itu. Darah pun bermuncratan ke pakaian Khalid bin Walid.
Lalu Rasulullah mendekati Khalid bin Walid dan berkata, “Hai Khalid bin Walid, lemparlah dia sepantasnya, jangan perlakukan wanita ahli surga seperti itu.”

Kurang lebih selama 3 tahun semenjak pengakuannya, wanita itu tetap tidak gentar untuk menerima hukuman rajam. Dia menunggu sampai bayinya lahir, lalu dia menyapihnya selama 2 tahun, dan kembali menemui Rasul. Padahal bisa saja selama 3 tahun itu dia pergi jauh dan tidak menemui Rasul lagi. Sehingga dia bisa terbebas dari hukuman rajam itu. Tapi wanita itu mengambil keputusan lain. Dia sangat ingin untuk taubat nasuha.
.wallahualambishawab.

Insting Ibu Kecoa  

Posted by ruuuheee

jd inget cerita temen jaman SMA.
ada temen yg hobi bgt nangkring di labkom (soalnya dia anak web3. heheehe). tiap hari dia ngendon di depan kompi labkom. suatu saat pas dia lg main kompi, dia ga sengaja nginjek telur kecoa (uda pada tau kan bentuk telur kecoa kaya gimana? :D). nah pecahlah telur itu. tp aah dia mah cuek aja cuma telur kecoa ini. beberapa menit kemudian, ada seekor kecoa datang menghampiri orang itu. trus seperti “ngendus-ngendus” kaki yg tadi nginjek telur kecoa. “HUAAAAA”, orang itu kaget, “NAHA AYA CUCUNGUK NANGKRING DI SUKU URANG?”

kecoa: “oh anakku yg malang, hidupmu amat sangat singkat sekali. kematianmu sungguh amat tragis.”

pelajaran buat temen: jangan nginjek telur kecoa sembarangan!
pelajaran buat kecoa: jangan naro telur sembarangan!
pelajaran buat yg baca: jangan buang sampah sembarangan! (???)

 

Posted by ruuuheee

"gw baru ngeh ternyata Take Him Out tuh acara nyari jodoh.. kirain film animasi kek Finding Nemo (gara2 joel nih)"

— Plurk temen, hahahaaaha dasar selalu ngegaring waee dimanapun..

sepupu saya yg dungdung  

Posted by ruuuheee

tadi siang kedatengan sodara dari cikampek.
salah satu sepupu saya namanya anggra.


Anggra: (lagi asik main hape sambil tiduran di kursi)
Saya: blablabalbalbalba (lg ngobrol ama sodara yg lain)

Mbak Mina: blablalblalbalbalbab (lg ngobrol juga)

Anggra: eh ini jam berapa sih? hei itu yg lagi megang hape, ini uda jam berapa?

Saya: laah itu di atas kepala kamu ada jam dinding, liat aja..

Mbak Mina: laaah itu yg kamu pegang apa anggra? bukannya itu hape? malah nanya orang lain..

Anggra: ihh ini lagi ini (cengar-cengir sambil nunjukin layar hapenya, nyari alibi..hahaha)

Ibu bangga Nak!  

Posted by ruuuheee

Khutbah Idul Fitri (20.09.2009):

Ada seorang anak (fulan) yg ibunya hanya memiliki satu mata, istilahnya picak. Ibu fulan ini sangat baik dan sungguh sayang anak satu2nya itu. Saat si fulan masih sekolah dasar, ibunya selalu menengok dari jendela untuk melihat anaknya belajar. Dengan itu, teman2nya tau bahwa ibu si fulan itu seorang picak. Fulan pun diejek2 “anak si picak” oleh temannya. Fulan malu luar biasa karena ibunya picak. Sepulang sekolah fulan memarahi ibunya karena selalu datang ke sekolah dan meminta ibunya agar tidak datang lagi ke sekolah. Tapi keesokan harinya, ibunya tetap datang dan menengok anaknya yg sedang belajar karena saking sayangnya. Fulan kembali jadi bahan ejekan. Barulang kali dimarahi anaknya, namun ibunya tetap hadir dan menengok fulan di sekolah. Begitulah seterusnya. SMP. SMA. Dan bahkan sampai perguruan tinggi.
Suatu saat fulan sudah menjadi orang sukses dengan banyak harta, istri cantik, seorang anak, rumah mewah, dan jabatan tinggi. Dia tidak terlalu sering mengunjungi sanak saudara di kampung. Lalu suatu ketika ibunyalah yg mengunjungi fulan ke kota. Sesampai di depan rumah fulan, ternyata yg membukakan pintu bukanlah si fulan, melainkan anak fulan yg masih kecil (berarti cucu ibunya ini). Melihat ada seorang yg matanya picak, anak fulan pun menangis dari langsung lari ke dalam rumah mencari ibunya karena ketakutan. Fulan pun keheranan dan melihat ternyata ibunyalah yg berdiri diluar sana. Istrinya bingung karena fulan tak pernah cerita ibunya seorang picak. Si fulan mendekati ibunya dan berkata, “Pergi kau dasar pengemis, km datang hanya untuk meminta uang saja.” Ibunya pun dibentak2 dengan kasarnya. Ibu itu merasa sangat sedih dan kembali pulang ke kampung.

Beberapa bulan berlalu. Merasa sudah lama tidak berkunjung ke kampung halaman, si fulan akhirnya pergi mengunjungi keluarganya di kampung. Sesampainya disana dia mencari ibunya. Dia mendari kesana kemari namun tak menemukan ibunya. Dia pun bertanya. Dan ternyata ibunya telah meninggal dunia. Si fulan pun terkejut. Dia pun diberi sepucuk surat oleh saudaranya,” Sebelum ibumu meninggal, dia menitipkan ini untuk disampaikan kepadamu. Bacalah.”

“Nak, Ibu bangga padamu nak. Kau sudah jadi seorang yg sukses. Punya Istri cantik. Segala kebutuhanmu terpenuhi. Ibu bangga sekali memiliki anak sepertimu. Ada satu hal yg ingin Ibu ceritakan kepadamu. Dulu sewaktu kau kecil dan belum sekolah, kau pernah tertabrak dan hal itu membuat matamu buta sebelah. Ibu tidak tega kalau melihatmu pergi bersekolah dengan satu mata buta. Jalanmu masih panjang. Oleh karena itu, Ibu memberikan satu mata Ibu untuk menggantikan matamu yg telah buta itu agar kau nyaman sekolah dan jadi orang sukses kelak. Dan kemarin ibu sudah melihatmu menjadi orang sukses. Ibu bangga nak.”

Subhanallah. Subhanallah. Subhanallah. :(
FYI, khatibnya lebih muda dari saya loh. Terharu pas saya denger khutbahnya. :(

Inilah Sebagian Rima Rasa Hidup  

Posted by ruuuheee

Untuk semua rasa yg tak pernah terucap.
Atau yg belum tersingkap.
Ah bodoh.
Bodoh.
Kucing saja bisa mengeong ketika lapar atau ingin dielus.
Anjing saja tetap menggonggong walau kafilah berlalu.
Tapi aku?
Ya aku tidak bisa mengeong ataupun menggonggong untuk mengungkap.


Hati yg mengeong keras.
Menggonggong lugas.
Menggema luas.
Melangkah tegas.
Lalu berlari lepas.
Melompat tangkas.
Mengamuk beringas.
Kepala memanas.
Tak berpikir lantas.
Menangis selintas.
Karena air mata yg terbatas.
Bersama cemas.
Terbayang wajah bias.
Tak terlukis di atas kertas.
Ataupun kanvas.
Berulang sampai berjuta anak ayam menetas.
Sampai berakhir lemas.
Dan bertanya: apakah pantas?

Senang!!
Ya, kali ini aku senang.
Seperti ingin berenang.
Ketika pertama melihat empang.
Air tenang itu siap dikecamukan oleh tingkahku yg jalang.
Mungkin juga belang.
Hahahaha..!! tawaku lantang.
Tangan kakiku mengoceh berdendang.
Lagu alam yg riang.
Nadi jantungku berdegup kencang.
Tak apa tak ada bintang.
Masih ada mentari yg bersemangat terang.
Masih ada pohon kelapa yg diam melenggang.
Di atas masih ada elang terbang.
Senang ini tak dapat ditentang.
Semoga senang ini terus terkenang.
Semoga terus berulang.
Aku terus berenang.
Tanpa bertanya: apakah sudah hilang?

Dan sekarang aku bingung.
Rasa ini terus mengurung.
Raga terasa terkungkung.
Seperti teremas jantung.
Lengan terkulai buntung.
Hati murung.
Seperti mayat hidup terluntang-lantung.
Atau seniman gugup demam panggung.
Aku menunggu harapan yg sepertinya terus menggantung.
Kucoba mendaki gunung.
Tapi aku hanya melihat langit mendung.
Sesekali selintas burung.
Terbang terlihat canggung.
Aku berharap menemukan palung.
Lalu terjun payung.
Bukan dengan parasut, tapi karung.
Orang berteriak, "pakai saja sarung!"
Butuh keyakinan agar niatku urung.
Tapi lagi-lagi aku kurang beruntung.
Harapan itu terus terkalung.
Dalam doa kuterus mengerung.
Dan bertanya: Ya Rabb, mestikah aku berkabung?

sapi haram?  

Posted by ruuuheee

Tadi beres latihan saya lg ngobrol ama a'yan. Trus tiba2 k'djiw nimbrung.
K'djiw:Eh tau ga kalian kalo sapi itu haram?
Saya, A'yan:hmmmm?? (bingung)
K'djiw:iya, sapi bisa jadi haram loh
Saya:kenapa?
K'djiw:Sapa tau semasa hidupnya sapi itu kerjaannya merkosa sapi lain, main judi, ngebunuh, nyuri makanan sapi lain....
Saya, A'yan:.................................
Saya:Iya juga ya, mungkin aja sapi itu doyan ngomong kasar, kan kita ga ngerti omongan mereka.
K'djiw:hahahahaha...

Piaraan  

Posted by ruuuheee

Contributors

My Photo
ruuuheee
musik musik dan musik
View my complete profile

Chat!!!

jangan malu2, ngomong ajah..

My Friends

Jadwal Shalat

Date Converter

Date Conversion
Gregorian to Hijri Hijri to Gregorian
Day: Month: Year